Kesbangpol Kaltim Gelar Sosialisasi Pencegahan Radikalisme dan Terorisme
Kewaspadaan Nasional12 Februari 2025
Diposting oleh: Admin
BONTANG – Sebagai upaya pencegahan penyebaran paham radikalisme dan terorisme di Kalimantan Timur, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Timur menggelar Sosialisasi Peran Intelektual Muda dalam Pencegahan Radikalisme dan Terorisme pada Rabu (12/02/2025).
Kegiatan ini berlangsung di Ballroom Tanjung Laut, Hotel Bintang Sintuk, Kota Bontang, sejak pukul 08.00 WITA. Sebanyak 100 peserta yang terdiri dari pelajar SMA/SMK, mahasiswa, dan pemuda Kota Bontang turut serta dalam kegiatan ini.
Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Kaltim, Drs. H. Sufian Agus, M.Si., membuka acara secara resmi. Hadir pula beberapa pejabat dan narasumber, antara lain Kepala Badan Kesbangpol Kota Bontang, Deddy Hariyanto, SE, M.Si.; Sekban Kesbangpol Kaltim, Ahmad Firdaus, S.Sos., M.Si.; Anggota Densus 88, AKP Andi Husen; serta akademisi dari Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda, Drs. H. Ahmad Jubaidi. Selain itu, tokoh pemuda Ahmad Dani dan tamu undangan lainnya turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Ketua panitia pelaksana, Wildan Taufik, menyampaikan bahwa sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari Edaran Badan Nasional Pencegahan Terorisme (BNPT) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Acuan Pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat besar, terutama bagi para intelektual muda.
Dalam sambutannya, H. Sufian Agus menegaskan pentingnya sosialisasi ini untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai bahaya radikalisme dan terorisme. “Dengan pengetahuan yang baik tentang ancaman radikalisme dan terorisme, kita dapat meningkatkan kewaspadaan bersama untuk melawan dan menangkal jaringan teroris di daerah,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa paham radikalisme dapat mengancam disintegrasi bangsa dengan berusaha mengubah empat konsensus dasar negara, yaitu Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945, dan NKRI.
Salah satu narasumber, H. Achmad Jubaidi, yang juga merupakan mantan Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kaltim, memaparkan pentingnya sikap toleransi dalam mencegah kekerasan, diskriminasi, kebencian, dan permusuhan terhadap individu atau kelompok yang berbeda pandangan. Menurutnya, ada tiga kelompok yang paling rentan terhadap paparan paham radikalisme, yaitu perempuan, anak-anak, dan remaja.
Sementara itu, Ahmad Dani, seorang tokoh pemuda yang pernah terlibat dalam jaringan terorisme, membagikan pengalamannya mengenai proses rekrutmen anggota ISIS di masa lalu. Ia berpesan kepada para pemuda agar tidak mudah tergiur dengan ajakan, terutama yang berkedok agama, karena bisa menjebak mereka dalam tindakan terorisme. “Penting bagi pemuda untuk berpikir kritis dan tidak mudah terprovokasi oleh ajakan yang mengarah pada kebencian terhadap orang lain yang memiliki pandangan berbeda,” ungkapnya.
Acara diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab, di mana peserta dapat menggali lebih dalam mengenai isu radikalisme dan terorisme. Sebagai penutup, seluruh peserta menyanyikan lagu Padamu Negeri dengan khidmat sebagai bentuk kecintaan terhadap tanah air dan bangsa.